
Kita meyakinkan diri sendiri, bahwa hidup akan jadi lebih baik sesudah menikah, punya bayi, dan lalu yang lainnya. Lalu kita frustrasi, karena anak masih kecil dan kita akan lebih senang jika umur mereka cukup besar. Sesudah itu kita frustrasi lagi, karena harus menghadapi anak remaja dengan berbagai permasalahannya. Kita pasti akan lebih bahagia jika sudah melewati tahapan ini. Kita bilang kepada diri sendiri, bahwa hidup kita akan sempurna jika suami atau istri baik, jika kita punya mobil bagus, dan dapat berlibur ke tempat indah, jika kita pensiun.
Pada kenyataannya, tak ada waktu yang lebih baik untuk bahagia dibanding saat ini.
Hidup selalu penuh dengan tantangan. Selalu ada hambatan, selalu ada yang harus dilewati, masalah-masalah yang belum diselesaikan, utang yang harus dibayar.
Terima kenyataan ini dan putuskan untuk bahagia saat ini juga.
Jangan menunggu sampai selesai sekolah, sampai kembali sekolah lagi, sampai badan lebih ramping, sampai berat badan naik, sampai punya anak, sampai anak-anak mandiri dan meninggalkan rumah, sampai mulai bekerja, sampai pensiun, sampai menikah, sampai malam Minggu, sampai Minggu pagi, sampai meninggal untuk memutuskan bahwa tak ada waktu yang lebih baik dibanding saat ini untuk bahagia.
Sumber: http://fnflife.blogspot.com/2010/06/best-time-to-be-happy.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar